BI Diprediksi Kembali Pangkas Suku Bunga 25 Bps 

Anggie Ariesta
BI diprediksi akan kembali memangkas suku bunga acuan 25 bps menjadi 4,50 persen. (Foto: Istimewa)

Keputusan untuk mendorong pelonggaran moneter juga dipengaruhi oleh sinyal kegiatan domestik yang belum kuat. Josua mencatat bahwa kepercayaan konsumen pada September turun ke titik terendah hampir empat tahun.

"Kombinasi kebutuhan mendorong pemulihan permintaan dengan tetap menjaga kehati-hatian membuat pilihan pemangkasan terukur tampak logis, alih-alih menunggu terlalu lama hingga siklus kredit benar-benar berbalik," ucapnya.

Dari sisi eksternal, Josua melihat stabilitas nilai tukar Rupiah masih terjaga kuat. Dia menunjuk tiga penyangga utama yang mencegah pelemahan Rupiah lebih dalam meskipun terjadi arus keluar portofolio seperti surplus perdagangan bahan baku yang melebar (ekspor sawit dan logam), intervensi BI yang lebih terdiversifikasi (pasar spot dan transaksi lindung nilai) dan faktor revaluasi cadangan devisa.

"Melihat ke kuartal empat, posisi cadangan devisa relatif terjaga karena dukungan penarikan pinjaman dan penerbitan surat utang pemerintah dalam valuta asing. Artinya, meski aliran portofolio masih menantang, sandaran cadangan dapat membatasi pelemahan Rupiah yang berlebihan," tuturnya.

Meski proyeksi cenderung memangkas, Josua menggarisbawahi dua alasan utama BI bisa memilih menahan suku bunga yakni jadwal RDG BI yang berdekatan dengan FOMC meningkatkan ketidakpastian dan risiko sinyal pasar.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

MSCI Beri 2 Catatan Negatif untuk Pasar Modal Indonesia, Status Emerging Market Lepas?

57 tahun lalu

BI Rate Naik jadi 5,75%, Airlangga Minta Himbara Tahan Bunga Kredit

57 tahun lalu

Bos Danantara Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Direksi Himbara, Bahas Suku Bunga BI?

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal