BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung. Aksi blusukan Presiden tersebut untuk mengecek pelayanan BPJS Kesehatan.
Saat sidak, Presiden mengungkapkan pemerintah telah menanggung 133 juta peserta BPJS Kesehatan lewat skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Rincannya, iuran 96 juta peserta ditanggung APBN dan 37 juta dibayari APBD setiap daerah.
"Harusnya ini sudah mencakup 133 juta. Harusnya yang gratis 133 juta. Ada di mana? Siapa yang pegang? Saya hanya ingin memastikan itu," kata Presiden dilansir laman Sekretariat Kabinet, Jumat (15/11/2019).
Dari sisi pembayaran, kata dia, iuran BPJS Kesehatan dari PBI selalu lancar karena sudah dianggarkan dalam APBN dan APBD. Dengan kata lain, terdapat masalah dalam kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri sehingga menyebabkan BPJS Kesehatan defisit.
"Kita ini kan sudah bayari yang 96 juta, dibayar oleh APBN, tetapi di BPJS terjadi defisit, itu karena salah kelola saja. Artinya apa? Yang harusnya bayar pada enggak bayar. Artinya di sisi penagihan itu yang mestinya diintensifkan,” ujar Presiden.
Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut meminta agar manajemen BPJS Kesehatan memperkuat sistem penagihan iuran peserta mandiri. Presiden mengaku mendapatkan informasi bahwa pasien di rumah sakit justru didominasi peserta mandiri.