Berdasarkan angka inflasi tersebut, dari 82 kota di Indonesia, 80 kota mengalami inflasi, dan hanya dua kota yang mengalami deflasi.
"Inflasi yang paling tinggi itu Kupang, dengan angka 2,9 persen. Penyebab utamanya, angkutan udara, harga tiket naik. Lalu inflasi yang paling rendah Banda Aceh, 0,02 persen," ujarnya.
Sementara itu, Sorong menjadi kota yang mengalami deflasi tertinggi, dengan angka 0,15 persen. Lalu Kendari dengan angka 0,09 persen. Bahan makanan menjadi kelompok dengan sektor dengan inflasi tertinggi pada Desember 2018, dengan angka 1,45 persen dengan andil 0,29 persen.
"Kemudian disusul makanan dan minuman dengan inflasi 0,22 persen, dengan andil 0,04 persen," ujar pria yang akrab disapa Kecuk itu.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara sebelumnya mengatakan, akan terjadi inflasi pada periode ini meski tidak terlalu tinggi. Pasalnya, pada periode ini terdapat Natal dan Tahun Baru.
"Inflasi di bulan Desember 2018 diperkirakan berkisar 0,35-0,55 persen (mtm) lebih tinggi dari November 0,27 persen tapi lebih rendah dari inflasi Desember 2017 0,71 persen," ujarnya kepada iNews.id, Selasa (1/1/2019).