JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memperketat aturan pembelian dolar AS. Nantinya, setiap orang dibatasi membeli valas tunai dari sebelumnya 100.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan.
BI juga memperketat pengawasan aliran dana keluar dalam valas. Otoritas moneter memutuskan untuk memperkecil ambang batas (threshold) transaksi yang wajib menyertakan dokumen pendukung dalam pelaporan Lalu Lintas Devisa (LLD).
Menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo penyesuaian ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemantauan aktivitas devisa guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
"Memperkuat ketentuan pelaporan Lalu Lintas Devisa (LLD) melalui penyesuaian threshold kewajiban dokumen pendukung transfer dana keluar negeri atau outgoing dalam valas dari 100.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Kebijakan baru yang mewajibkan dokumen pendukung untuk transfer valas di atas 50.000 dolar AS ini dijadwalkan mulai berlaku pada April 2026.