JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau lembaga di bawah Kemenkeu menyetorkan dividen Rp3,1 triliun dan pajak Rp7,3 triliun dalam lima tahun terakhir.
"Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2020), BUMN/Lembaga tersebut menyetorkan dividen kepada pemerintah sebesar Rp3,1 triliun dan pajak sebesar Rp7,3 triliun," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Kemenkeu) Meirijal Nur dalam video virtual, Jumat (2/7/2021).
BUMN atau lembaga di bawah Kemenkeu juga telah melaksanakan pembiayaan di sektor infrastruktur dengan total nilai komitmen sebesar Rp117 triliun. Angka itu untuk total nilai proyek sebesar Rp699 triliun dari 292 proyek yang telah berjalan. Selain itu, juga memberikan penjaminan kepada pelaku usaha di sektor infrastruktur sebesar Rp66,4 triliun dengan nilai proyek Rp315 triliun.
Di samping itu, mengembangkan sektor ekspor dengan memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha dengan nilai outstanding pembiayaan sebesar Rp90,4 triliun (nilai ekspor sebesar Rp315 triliun), memberikan pembiayaan perumahan sebesar Rp69,15 triliun kepada 1.083.590 debitur, dan memberikan pinjaman kepada 28 pemerintah daerah dalam rangka membangun 38 fasilitas publik.
Sementara peran dalam mendukung proyek strategis nasional, hingga saat ini tercatat BUMN atau lembaga tersebut meningkatkan infrastruktur jalan dan jalan tol sepanjang 3.200,8 kilometer (km), penambahan 80 kereta listrik dan revitalisasi 438 gerbong kereta, mendukung proyek 52 ribu menara telekomunikasi, dan meningkatkan jaringan serat optik sepanjang 12.148 km di seluruh wilayah Indonesia.
"Hal tersebut membantu meningkatkan penyediaan layanan publik yang lebih baik kepada masyarakat, antara lain mampu melayani sebanyak 76 juta pengguna jasa telekomunikasi di seluruh Indonesia,menyediakan fasilitas kesehatan bagi 720 pasien baru per tahun dengan tambahan fasilitas 1.786 tempat tidur baru, meningkatkan kapasitas penumpang transportasi perkotaan menjadi 7,3 juta per tahun, menambah kapasitas 37,5 juta penumpang bandara per tahun, meningkatkan arus barang," tuturnya.
Sebagai informasi, BUMN atau lembaga di bawah Kemenkeu, yaitu PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan PT Indonesia Infrastructure Finance.