Butuh Rp4.000 Triliun untuk Kurangi Emisi Karbon, Begini Strategi Sri Mulyani Tarik Investor 

Michelle Natalia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam Southeast Asia Development Symposium (SEADS) 2023: Imagining A Net-Zero ASEAN di Nusa Dua, Bali, Kamis (30/3/2023). (Foto: Michelle Natalia/MPI)

"Insentif tersebut antara lain tax holiday, tax allowance, fasilitas PPN, bahkan pajak properti. Kami juga menemukan instrumen, seperti menerbitkan sukuk hijau dan obligasi SDG di tingkat global dan domestik. Obligasi SDG dan obligasi sukuk hijau kami diharapkan akan mengurangi 10,6 juta emisi CO2," katanya.

Dari sudut pandang legislatif, Sri Mulyani memahami dengan jelas bahwa komitmen ini perlu didukung oleh kerangka regulasi yang konsisten.

Itu sebabnya Indonesia baru saja mengeluarkan kerangka peraturan tentang penetapan harga karbon (carbon pricing) dan juga undang-undang penting yang memperkenalkan pajak karbon. 

"Kebijakan ini akan menggunakan instrumen perdagangan karbon dan yang non-perdagangan termasuk pajak karbon untuk menginternalisasi biaya eksternal emisi gas rumah kaca di bawah prinsip polluter pays," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
13 jam lalu

MNC Sekuritas Perluas Layanan di Jakarta Selatan melalui Kantor Cabang Cipete

17 hari lalu

Tips MotionTrade: Kenali Faktor di Balik Penurunan Saham saat Laba Meningkat

22 hari lalu

Upacara HUT ke-81 RI di IKN bakal Dihadiri 40 Investor

24 hari lalu

Selena Gomez Digugat Investor Wondermind, Diduga Beri Informasi Menyesatkan soal Perusahaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal