"Selain itu juga, kondisi China saat ini menunjukan adanya perlambatan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada China," kata dia.
Dari internal, Adrian menambahkan, APBN 2019 tidak terlalu ekspansi. Hal ini membuat perannya sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi tidak terlalu signifikan. "Ini konsekuensi dari rendahnya nisbah pajak atau tax ratio kita," kata Adrian.
Menurut Adrian, pemerintah dan BI harus melakukan terobosan dalam mendorong laju ekonomi tahun depan. Apalagi, kebijakan moneter, khususnya suku bunga mengarah pada pengetatan. BI diharapkan bisa lebih kreatif mengutak-atik kebijakan makroprudensial.