Dampak Ancaman Resesi Global Disebut Sudah Terasa ke RI, Ini Buktinya

Michelle Natalia
Dunia dihadapkan pada risiko resesi dan gelapnya ekonomi dan reflasi atau ekonomi tumbuh negatif dan inflasi tinggi di 2023. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam level kisaran 5,0-5,3 persen menurut perkiraan beberapa lembaga internasional.

"IMF memperkirakan 5,3 persen, sedangkan Bank Dunia 5,1 persen, sementara ADB di 5,4 persen, Bloomberg Consensus di 5,2 persen, dan OECD di November menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di 5,3 persen," tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan, OECD merevisi ke bawah pertumbuhan Indonesia tahun depan, menjadi 4,7 persen, sementara IMF, ADB, Bloomberg Consensus di 5,0 persen dan Bank Dunia 5,1 persen.

"Tentu ini adalah suatu proyeksi yang berdasarkan kemungkinan terjadinya dinamika global yang akan berimbas ke ekonomi kita, dan tentu bagaimana resiliensi atau daya tahan dari faktor-faktor perekonomian dalam negeri kita seperti konsumsi, investasi, maupun dari sisi government spending," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

3 hari lalu

Mendagri Sebut Inflasi RI Masih Terkendali di Level 3,34 Persen: di Bawah Target Nasional

4 hari lalu

Said Iqbal Bertemu Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Dukung Penyesuaian Pajak JHT

12 hari lalu

Said Iqbal Bakal Datangi Kantor Tiktok Besok, Bahas Suntikan Modal Rp1,5 Miliar Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal