Dari 3 Juta, Hanya 700.000 Pekerja Konstruksi yang Bersertifikat

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)

Kementerian PUPR pada 2019 mendatang berharap bisa memberikan sertifikasi kepada 1 juta pekerja konstruksi. “Target 2019, sekitar 1 jutaan kalau enggak salah,” ujarnya.

Kendala dari minimnya para pekerja yang bersertifikat tersebut karena permintaan akan kebutuhan pekerja yang banyak serta cepat untuk menyelesaikan target proyek pemerintah sehingga mau tidak mau Kementerian PUPR mencoba menjemput bola.

“Sebenarnya proses pendaftaran untuk sertifikasi bisa dilakukan melalui online. Tapi, kebanyakan kita datang ke tempat mereka. Kalau mereka melakukan sertifikasi di Jakarta, mereka akan kehilangan waktu beberapa hari untuk memacu progres. Satu site saja dibutuhkan 1.000 sampai 2.000 pekerja,” katanya.

Proses untuk mendapatkan sertifikasi sendiri, menurut dia, tidak membutuhkan waktu yang lama. Untuk kalangan mandor saja, lanjut dia, hanya memakan waktu tiga hari setelah melalui beberapa proses, yaitu tes tertulis, tes fisik, serta kesehatan.

“Proses sertifikasinya minimal paling cepat tiga hari. Ada tes tertulis, fisik, kesehatan. Mandor yang paling cepat,” ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internet
4 bulan lalu

Transformasi Digital Rambah Industri Desain dan Konstruksi di Indonesia

Internasional
4 bulan lalu

Kereta Seruduk Pekerja Konstruksi, 11 Orang Tewas

Nasional
5 bulan lalu

Kementerian PU Latih Santri Lirboyo Bangun Gedung, Beri Bekal Keselamatan Kerja

Nasional
5 bulan lalu

Progres Pembangunan Tol Japek II Selatan Tembus 72,04 Persen, Terhubung JORR dan Purbaleunyi 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal