"Penjualan eceran tersebut meningkat dari sisi sandang, bahan bakar kendaraan, perlengkapan rumah tangga, dan sebagainya," ujar dia.
Selain eceran, penjualan kendaraan bermotor juga meningkat. Pada kuartal IV-2018, tingkat penjualan motor dan mobil penumpang tumbuh masing-masing 7,44 persen dan 5,42 persen. Padahal, pada 2017 terjadi kontraksi masing-masing 2,15 persen dan 5,76 persen.
"Nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit juga tumbuh, sebesar 13,77 persen, menguat dibanding kuartal Iv- 2017 yang tumbuh 9,06 persen. Volume penjualan listrik PLN, juga tumbuh kuat 6,09 persen," kata Kecuk.
Bantuan sosial tunai pemerintah juga ikut mendongkrak konsumsi rumah tangga. Pada kuartal IV-2018, bansos tumbuh 23,24 persen setelah tumbuh negatif pada kuartal IV-2017. "Di sisi lain, inflasinya terkendali pada level 3,5 persen pada kuartal IV," ujar Kecuk.
Dari sisi produksi, menguatnya daya beli selaras dengan pertumbuhan pada sektor transportasi dan komunikasi sebesar 5,47 persen pada 2018. Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan 2017 yang tumbuh 5,39 persen.
Meski begitu, sektor makanan dan minuman selain restoran melambat meski masih positif. Sektor ini tumbuh 5,13 persen sepanjang 2018, lebih rendah dibandingkan pada tahun sebelumnya yang tumbuh 5,26 persen.