Di Depan DPR, Sri Mulyani Bicara soal Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2025 Milik Prabowo-Gibran

Anggie Ariesta
Sri Mulyani di DPR bicara soal ekonomi makro 2025. (foto: iNews.id)

Dengan adanya biaya bagi negara-negara maju meningkatkan suku bunga melalui kebijakan higher for longer, menciptakan capital outflow dan menciptakan tekanan pada nilai tukar. Hal ini menciptakan risiko imported inflation yang harus terus diantisipasi dan dikoordinasikan antara pemerintah dan bank sentral.

Di sisi lain, tren kemiskinan diharap akan terus semakin menurun dengan ketimpangan yang harus terus diturunkan. Didukung dengan hilirisasi yang juga menciptakan sumber pertumbuhan yang baru, baik secara spasial maupun sektoral. Manufaktur dengan teknologi tinggi akan meningkatkan pendapatan para pekerja.

Di dalam KEM-PPKF, pemerintah mendorong urgensi perbaikan kualitas SDM, termasuk melalui berbagai program pelatihan link and match dunia usaha dengan dunia pendidikan. Kesejahteraan rakyat perlu ditopang dengan komitmen stabilitas harga sehingga inflasi terus terjaga rendah dan daya beli masyarakat yang terus meningkat. 

"Dari sisi pasar uang, nilai tukar dan yield dari bond atau surat berharga negara menjadi faktor yang menentukan APBN," tegas Sri Mulyani.

Koordinasi fiskal dan moneter terus dijaga dan diperkuat di dalam guncangan dinamika global yang luar biasa tinggi untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan yield dalam lingkungan higher for longer. Koordinasi antara Bank Indonesia dengan pemerintah diwujudkan juga melalui berbagai program bersama seperti menjaga inflasi. Pemerintah dan Bank Indonesia sangat menyadari pentingnya untuk menghindarkan terjadinya crowding out effect.

Keseimbangan antara pricing dari yield SBN yang cukup menarik namun pada saat yang sama menjaga biaya hutang atau cost of fund menjadi sangat-sangat penting. Hal ini juga ditunjukkan bahwa makin besar investor surat berharga negara adalah investor dalam negeri 14 persen investor SBN adalah investor global.

"Ini jauh menurun dari 10 tahun yang lalu di mana 40 persen investor SBN adalah investor global. Meskipun demikian pasar surat berharga negara tetap dipengaruhi oleh sentimen global dan kebijakan dari negara-negara maju. Karena suku bunga relatif antara SBN Indonesia dengan SBN negara-negara maju menjadi salah satu faktor menentukan daya tarik," kata Sri Mulyani.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

1.000 Taruna Akmil Dikerahkan Bina Siswa Sekolah Rakyat, Anggota DPR: Harus Tetap Humanis!

57 tahun lalu

DPR Desak Pelatihan Manajer Kopdes Diubah: Fokus Kelola Usaha, Bukan Keterampilan Militer

57 tahun lalu

Puan Soroti Dugaan Intimidasi di Balik Kematian Dokter Icha: Penyelidikan Harus Tuntas

57 tahun lalu

Tok! Paripurna DPR Sepakati 7 Anggota KIP Periode 2026-2030, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal