"Harapan kami ke depan pembangunan bisa cepat progresnya, didukung Sinergi Percepatan Pembangunan dari Polda Sumbar, Pemprov setempat dan pihak lainnya," kata Bintang.
Senior Executive Vice President Divisi Pengembangan Jalan Tol HK Agung Fajarwanto menjelaskan, relokasi trase jalan tol perlu dilakukan karena adanya penolakan dari sejumlah warga. Perubahan trase itu membuat perencanaan diulang, termasuk pengadaan tanah.
"Rencana awalnya ruas tol Padang-Sicincin 30,4 km, namun sekarang berubah menjadi 36,15 km, karena warga di Nagari Sungai Abang, Nagari Lubuk Alung dan Nagari Sicincin menolak tanahnya dibebaskan karena merupakan tanah pusaka tinggi dan lahan produktif," ujar Fajar.
Dia berharap tol Pekanbaru-Padang bisa segera dibangun karena berdampak positif bagi perekonomian Sumatra Barat dan Riau. Selain memangkas waktu perjalanan, tol ini juga bakal menggeliatkan sektor pariwisata, pertanian, dan kuliner di wilayah tersebut.