Dua Tokoh Kadin Jadi Ketua Timses Capres Beda Kubu, Ini Tanggapan Pengamat

Atikah Umiyani
Rosan Roeslani (kiri), dan Arsjad Rasjid. (Foto: istimewa)

"Jejaring tersebut ada kaitannya dengan menambah elektoral bagi Capres-Cawapres, walaupun belum tentu signifikan. Karena, karyawan pada perusahaan jejaring tidak mudah digiring oleh pimpinan ke arah salah satu pasangan kandidat," tutur Agus. 

Dia mengungkapkan, alasan berikutnya yakni dalam tubuh perusahaan memang tidak boleh bias kepada kepentingan politik elektoral tertentu. Katanya, hal itu dihindari dalam manajemen sumbet daya mereka, agar hubungan antar karyawan/ pegawai dan buruh tetap konduksif. 

"Dari argumentasi tersebut, maka boleh kita duga atau perkirakan para tokoh bisnis yang ikut serta dalam tim sukses berkaitan dengan biaya politik," ujar Agus.

Agus memperkirakan, baik Rosan dan Arsjad bisa berkontribusi terhadap material-material periklanan serta pengorganisasian kampanye. 

"Jika itu terjadi, memang tidak akan keliatan nyata, tetapi mereka paham bahwa fenomena itu lumrah dalam politik," ungkap Agus.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
13 hari lalu

Kadin Soroti Restitusi Pajak Lama Cair, Bisa Berdampak ke Arus Kas Perusahaan

13 hari lalu

Prabowo Panggil Rosan hingga Bahlil ke Hambalang, Bahas Hilirisasi-Penataan BUMN

1 bulan lalu

Pemerintah Targetkan Investasi RI Rp2.322 Triliun di 2027, Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

1 bulan lalu

Rosan Menghadap Prabowo, Lapor Danantara Ditawari Saudi Investasi di Bandara Madinah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal