Ekonomi Dunia Tak Ramah, Menko Luhut Soroti Perang Dagang AS-China

Isna Rifka Sri Rahayu
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: iNews.id)

Menurut dia, perang dagang akibat neraca dagang AS mengalami defisit ke China sebesar 400 miliar dolar AS. Selan itu, AS juga terlalu menghabiskan anggaran untuk pertahanannya.

"Kenapa sih AS begitu banyak ke luar negeri membantu sini, deploy pasukan sini dan sebagainya, kan kalian menghabiskan resources kalian juga? Untuk nanti ke dalam negeri? Tapi jawabannya begini kami (melakukan itu karena) world policy dari AS. Tapi saya bilang tentu ada batasnya karena suatu ketika juga bisa mengganggu ekonomimu dan itu terjadi sekarang," ucapnya.

Kendati demikian, untuk menghadapi kondisi dunia yang sulit diprediksi ini pemerintah berupaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi di saat beberapa negara di dunia mengalami resesi. Pasalnya, pemerintah bertekad untuk menjadi negara dengan perekonomian terbesar kelima di dunia pada 2045 mendatang.

"Salah satunya mendorong percepatan investasi. Ada empat rule of thumb investasi kita yakni harus ramah lingkungan, nilai tambah industri, mendidik tenaga kerja lokal, dan transfer teknologi," tutur dia.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Luhut Ungkap Bansos Nanti Tak Lagi Barang: Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang

57 tahun lalu

Luhut: MBG Program yang Baik, Hanya Pengelolaannya Perlu Ditata

57 tahun lalu

Prabowo Bertemu Luhut-Chatib Basri, Dapat Laporan MBG Berdampak Positif ke UMKM

57 tahun lalu

Luhut soal BI Rate Naik: Fundamental Ekonomi RI Masih Oke, tapi Perlu Ada Perhatian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal