Namun, kata dia, APBN tidak bisa bergerak sendiri karena kapasitasnya terbatas. Untuk itu, pembangunan infrastruktur lewat skema kerja sama pemerintah-badan usaha (KPBU) sangat penting. Namun, bukan perkara mudah untuk menerapkan skema ini.
"Jangankan pemda, yakinkan K/L di pemerintah pusat saja menantang karena kalau K/L bertahun-tahun diajarkan kalau butuh proyek maka ditaruh di APBN," kata eks kepala BKF itu.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR), Kemenkeu Luky Alfirman menambahkan, pemerintah awalnya optimistis dengan pemulihan ekonomi tahun ini. Namun, kehadiran virus korona mengubah segalanya.
"Kita mulai 2020 kemarin itu dengan suasana optimis sebetulnya, berbagai macam proyeksi, diharapkan bahwa kita akan rebound di 020, kemudian muncul kasus korona ini, dan mengbah percaturan perekonomian global," ucap dia.
Luky memastikan pemerintah akan memberikan berbagai stimulus fiskal. Salah satunya infrastruktur.
"Ekonomi kan harus terus bergerak, maka bagaimana pemerintah beri stimulus, kita beri suntikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur, di situ kuncinya," katanya.