Erdogan Jadi Presiden Lagi, Lira Turki Bangkit

Rahmat Fiansyah
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

“Pada masa lalu, investor merespons positif setiap peristiwa politik di Turki yang dianggap akan semakin meningkatkan stabilitas politik. Kendati demikian, pernyataan Presiden Erdogan soal kebijakan moneter selama kampanye politik untuk tetap mempertahankan suku bunga rendah menarik perhatian soal kebijakan moneter Turki,” kata Goldman Sachs dalam risetnya, sebelum pemilu.

Dalam kampanyenya, Erdogan menyebut, suku bunga tinggi sebagai “ayah dan ibu dari segala iblis”. Investor bereaksi negatif terhadap pandangan tersebut dan menanti kebijakan moneter lain yang tak biasa dari Erdogan.

Mata uang Turki telah kehilangan nilainya hampir 75 persen dalam sepuluh tahun terakhir.

“Gejolak di pasar keuangan (Turki) baru-baru ini telah menunjukkan penurunan tajam. Risiko dari pemilu akan terlihat dalam jangka panjang, yakni dari pemerintahan Erdogan-AKP dalam menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang lebih longgar,” kata Jason Tuven, Ekonom Senior Capital Economics.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
7 hari lalu

Prabowo Ditelepon Presiden Turki Erdogan, Bahas Apa?

10 hari lalu

Tragis! Pria Tewas Beberapa Hari Jelang Pernikahan, Ditikam Calon Istri

13 hari lalu

Erdogan Berpidato Berapi-api di Sidang PBB: Sebut Gaza Sebagai Tempat Pemakaman Anak-Anak Terbesar di Dunia

13 hari lalu

Erdogan Pidato Berapi-api Kutuk Israel: Delegasi Zionis Walk out, Palestina Tepuk Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal