Erick Thohir: Dua Tahun ke Depan BUMN Tak Terima Suntikan APBN

Aditya Pratama
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertekad dalam dua tahun ke depan perusahaan pelat merah tidak lagi memperoleh stimulus dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). BUMN diharapkan bisa hidup dengan mengandalkan dividen dari seluruh perusahaan pelat merah.

"Kita sedang mencoba dan alhamdulillah Presiden dan Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) mendukung. Dua tahun ke depan BUMN sudah tidak terima APBN, tetapi kita itu hidupnya dari 1 persen daripada dividen ke depannya," ujar Erick dalam diskusi daring, Sabtu (13/6/2020).

Pendiri Mahaka Group ini menambahkan, apa yang direncanakan Kementerian BUMN untuk memastikan seluruh perusahaan pelat merah memiliki visi yang sama, serta kerja sama yang erat antarkorporasi.

"Dari kementerian sendiri visinya sama dari korporasinya bahwa kita harus bekerjasama dan menjaga supaya apa yang dibalikkan ke negara makin hari makin besar selain dengan tugas daripada layanan masyarakatnya yang harus kita jaga," kata dia.

Erick sejak awal telah menegaskan, empat hal penting dalam menjalankan tugasnya di Kementerian BUMN. Pertama, perusahaan BUMN harus kembali ke core business yang sesuai keahlian. Kedua, memastikan BUMN profesional dan transparan, tidak ada lagi konsep project base tetapi dari mana proses bisnis. 

"Lalu yang ketiga, kalau memang seperti klaster tadi kita juga mau menciutkan dan ini terbukti 68 persen bisa dikonsolidasikan dan ini juga bagus untuk pengusaha daerah, pengusaha kecil menengah, lahan bisnisnya tidak diambil semua oleh BUMN, BUMN mesti yg impact full dan besar supaya menjaga sustainability daripada ekonomi dalam negeri," ucap Erick.

Keempat, apa pun perubahan harus didasari oleh nilai-nilai yang positif. Di sini dia menekankan pentingnya akhlak di lingkungan BUMN, yaitu amanah, kompeten, harmonis, loyalitas, adaptif, dan kolaboratif.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Erick Thohir Bongkar Jalan Panjang Indonesia Menuju Piala Dunia 2030 dari Piala Presiden 2026

57 tahun lalu

Danantara Resmi Merger 4 Perusahaan Aset Manajemen, Jadi yang Terbesar di Indonesia

57 tahun lalu

Purbaya Optimistis Defisit APBN 2026 Terjaga di 2,85 Persen, Ini Faktornya

57 tahun lalu

Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp196,5 Triliun hingga Semester I 2026, Setara 0,70 Persen PDB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal