Gubernur BI: Saya Tidak Suka Naikkan Suku Bunga

Isna Rifka Sri Rahayu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Ia melanjutkan, BI terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi khususnya nilai tukar rupiah. Oleh karenanya jika Fed Funds Rate naik, Dewan Gubernur BI langsung mengalkulasi apakah perlu dinaikkan suku bunga acuan BI.

"Untuk inflasi rendah tidak perlu naikkan suku bunga, inflasi kita hanya 3,2 persen. Itu tidak ada keperluan naikkan suku bunga. Tetapi sekarang investasi portofolio sedang susah nih," kata dia.

Kalkulasi tersebut juga memerhatikan besaran suku bunga agar cukup menarik investor asing untuk menaruh modalnya di Indonesia. Hal ini yang mendasari pihaknya menaikkan suku bunga acuan BI hingga 150 bps.

"Kita belajar kalau suku bunga luar negeri naik kita tidak boleh menunggu. Suku bunga naik baru kemudian kita bereaksi telat nanti," tuturnya.

Untuk itu, sejak menjabat Gubernur BI, Perry langsung menerapkan prinsip ahead the curve agar dapat merespons terlebih dahulu setiap sentimen yang ada. Sebab, hal ini untuk mencegah pembalikan arus modal agar tidak terlalu deras.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Utang Luar Negeri RI Naik 1,9%, Tembus 439,8 Miliar Dolar AS pada April 2026

57 tahun lalu

Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah Hadapi Gejolak Ekonomi

57 tahun lalu

Dasco Apresiasi Terobosan Baru BI Perkuat Rupiah, Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

57 tahun lalu

Luhut soal BI Rate Naik: Fundamental Ekonomi RI Masih Oke, tapi Perlu Ada Perhatian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal