Dia menyebut, stabilitasi ini bersifat sementara. Program ini akan dibarengi peningkatan produksi dan ketersediaan kedelai di dalam negeri, sehingga ke depan kebutuhan kedelai dapat disuplai secara mandiri.
"Kenapa 100 hari? Karena dalam 100 hari ke depan kita sedang mempersiapkan benih, kita tahu bahwa importir masih punya stok kedelai dan ini bisa kita gunakan dalam 100 hari ke depan," ucapnya.
Da berharap dengan kesepakatan harga tersebut, importir tidak dirugikan. Pada saat yang sama, perajin juga tidak perlu memperkecil ukuran tempe dan tahunya meskipun ada kenaikan harga yang tidak terlalu signifikan.