"Semua negara harus benar-benar memastikan bahwa sistem kesehatan mereka memadai. Komunitas global harus bergerak cepat dalam mendukung negara-negara lain, terutama yang kesulitan keuangan dengan sistem kesehatan yang terbatas.
"Dengan adanya lockdown, kebijakan ekonomi sebaiknya melanjutkan sokongan pada rumah tangga yang kehilangan pendapatan, di samping dukungan bagi dunia usaha yang menderita akibat lockdown," katanya.
Dalam proyeksi terbarunya, IMF memprediksi ekonomi AS akan minus 8 persen, China tumbuh 1 persen, Eropa minus 8 persen, dan Jepang minus 5,8 persen.