Indef: Pemindahan Ibu Kota Tidak Ada Dampaknya bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Felldy Aslya Utama
Peneliti Institute For Development Of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman saat memaparkan hasil risetnya soal dampak pemindahan ibu kota terhadap pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Jumat (23/8/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Keputusan Presiden Jokowi memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan dinilai tidak berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, pemerintah diminta meninjau ulang rencana tersebut.

Peneliti Institute For Development Of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman mengatakan, berdasarkan riset yang dia lakukan terhadap efek pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur (Kaltim) sangat kecil, baik secara nasional maupun regional.

"Dampaknya ke nasional 0 persen. Hanya saja, rencana ini berdampak terhadap PDRB (produk domestik regional bruto) Provinsi Kaltim sendiri sebesar 0,24 persen," kata Rizal dalam diskusi publik di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurut Rizal, pemindahan ibu kota ke Kaltim sama sekali tidak ada dampaknya bagi provinsi lain di Indonesia. Hal serupa juga terjadi apabila ibu kota dipindah ke Kalimantan Tengah (Kalteng) yang hanya berdampak terbatas pada ekonomi provinsi itu saja.

"Pemindahan ibu kota negara ternyata berdampak terhadap PDB riil nasional sangat kecil dan tidak memberikan dampak yang terukur, yakni 0,0001 persen. Hanya saja berdampak signifikan terhadap PDRV Provinsi Kalteng sebesar 1,77 persen," katanya.

Riset yang dilakukan Indef ini berbeda dengan kajian yang dilakukan oleh pemerintah lewat Bappenas. Kepala Bappenas, Bambang PS Brodjonegoro menyebut, pemindahan ibu kota akan memberikan dampak pada peningkatan PDB sebesar 0,1 persen.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Ekonom Ramal Ekonomi 2026 Mandek di Angka 5% gegara Hal Ini

Nasional
4 bulan lalu

Indef Ungkap Akar Masalah Demo Akhir Agustus 2025: Kesenjangan hingga Sulit Cari Kerja

Bisnis
5 bulan lalu

Ekonom Minta Dana Haji Dikelola Lebih Transparan, Usul Bentuk Lembaga Setingkat Kementerian

Bisnis
8 bulan lalu

Ekonom Senior Ungkap Koperasi Merah Putih Berisiko Gagal Total jika Tak Lakukan Hal Ini, Apa Itu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal