Inflasi AS Melambat di April 2022 tapi Masih Dekati Level Tertinggi 40 Tahun

Dinar Fitra Maghiszha
Inflasi AS melambat di April 2022 tapi masih dekati level tertinggi 40 tahun.

Bagi investor, laporan inflasi terbaru berperan dalam mengukur kenaikan harga pokok di AS, seperti bahan makanan, gas, properti dan berbagai barang dan jasa lainnya. Sejumlah data konsumsi menunjukkan warga Paman Sam masih tetap merogoh duitnya untuk berbelanja, meskipun harga-harga naik.

Hal ini menjadi perhatian investor seberapa jauh inflasi di AS pada akhirnya akan membatasi konsumsi warganya. Itu pada gilirannya akan menyeret pertumbuhan ekonomi AS, yang sangat bergantung pada belanja konsumen.

Selain itu, data CPI juga dapat digunakan sebagai indikator seberapa besar langkah bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk membawa inflasi kembali ke target di kisaran 2 persen.

Lonjakan harga yang terjadi selama kurang lebih setahun terakhir telah membuat The Fed menaikkan suku bunga total 75 basis poin dalam tiga bulan terakhir. Kebijakan ini diperkirakan bakal kembali berlanjut pada pertemuan berikutnya.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

BPJPH: Produk AS yang Masuk RI akan Kantongi 2 Label Halal

Nasional
6 hari lalu

RI Teken Perjanjian Tarif AS, Bahlil: Perusahaan yang Mau Investasi Tetap Hormati Aturan

Nasional
8 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Nyaris Sentuh Rp16.900 per Dolar AS

Nasional
23 hari lalu

Kerja Pemerintah Pascabencana Berbuah Hasil: Inflasi di Aceh, Sumut dan Sumbar Berbalik Deflasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal