Inflasi Inggris Pecahkan Rekor 40 Tahun, Tertinggi di Negara-negara G7

Anggie Ariesta
Inflasi Inggris pecahkan rekor 40 tahun, tertinggi di negara-negara G7

Beberapa investor menilai Inggris berisiko mengalami inflasi dan resesi yang terus-menerus tinggi, yang mencerminkan biaya energi impor yang besar dan gesekan terkait Brexit yang dapat merusak hubungan perdagangan dengan Uni Eropa.

"Dengan prospek ekonomi yang begitu tidak jelas, tidak ada yang tahu seberapa tinggi inflasi dapat berlangsung, dan berapa lama akan berlanjut,membuat penilaian kebijakan fiskal dan moneter menjadi sangat sulit," kata ekonom senior di lembaga think tank Resolution Foundation, Jack Leslie, dikutip dari Reuters, Kamis (23/6/2022). 

Resolution Foundation sebelumnya menyebut biaya hidup yang melonjak untuk rumah tangga diperparah oleh Brexit, dengan implikasi jangka panjang yang menggangu produktivitas dan upah. Adapun gaji rata-rata tidak sesuai dengan inflasi dan serikat pekerja mengancam melakukan pemogokan dalam beberapa bulan mendatang. Pekerja kereta api di sana telah melakukan pemogokan massal minggu ini. 

Sementara itu, tingkat inflasi utama Inggris pada Mei lebih tinggi daripada Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan Italia. Sedangkan Jepang dan Kanada belum melaporkan data inflasi untuk Mei.

Bank of England (BoE) pada pekan lalu menyatakan, inflasi kemungkinan akan tetap di atas 9 persen selama beberapa bulan mendatang sebelum memuncak sedikit di atas 11 persen pada Oktober, ketika biaya energi rumah tangga akan naik lagi.

Pasar keuangan menunjukkan suku bunga di Inggris berada di jalur untuk naik di atas 3 persen sekitar pergantian tahun mendatang dari saat ini 1,25 persen, meskipun sebagian besar ekonom berpikir melemahnya pertumbuhan ekonomi berarti BoE akan menaikkan suku bunga kurang dari itu.

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengatakan, pemerintah Inggris melakukan semua cara untuk memerangi lonjakan harga dan bank sentral akan berusaha keras menahan inflasi. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Bisnis
19 jam lalu

Ekonom Ungkap Inflasi Januari 2026 Bukan Dipicu Lonjakan Harga, Ini Penjelasannya

Nasional
2 hari lalu

RI Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026 gegara Makanan-Minuman dan Tembakau

Nasional
6 hari lalu

Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Beras untuk Jaga Inflasi Jelang Lebaran

Nasional
6 hari lalu

Harga Beras hingga Cabai Keriting Turun 29 Januari 2026, Ini Rinciannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal