Inggris Masih Resesi, Ekonomi Minus 9,6 Persen pada Kuartal III

Djairan
Inggris masih belum lepas dari jeratan resesi akibat pandemi Covid-19. (Foto: SINDO)

ONS mengatakan, telah terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi pada bulan Agustus dan September seiring naiknya angka kasus infeksi corona selama kuartal tersebut, meskipun PDB meningkat sebesar 6,3 persen pada bulan Juli, karena lockdown yang sempat dilonggarkan sebelum akhirnya diperketat kembali.

Dalam laporannya, ONS menyebut, sejak puncak pertumbuhan bulanan pada Juni setelah itu, pertumbuhan PDB dan sektor utamanya melambat, meski sektor jasa tumbuh 1,0 persen, produksi 0,5 persen dan konstruksi 2,9 persen pada akhir kuartal III 2020.

Komite Kebijakan Moneter Inggris (MPC) memperkirakan terjadi penurunan selama kuartal IV tahun ini, sebelum akhirnya pemulihan yang stabil dari awal 2021 dan seterusnya. Pertumbuhan pada kuartal IV sedikit lebih rendah dari ekspektasi Bank Sentral Inggris (BoE).    

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Ekonomi RI Diramal Menuju Resesi 1998, Purbaya: Mereka Tidak Punya Data

Internasional
6 hari lalu

Wali Kota New York Mamdani Minta Raja Charles Kembalikan Berlian Hiasi Mahkota Ratu Inggris 

Internasional
8 hari lalu

Ketika Raja Charles Sindir Trump: Tanpa Inggris, Orang Amerika akan Berbahasa Prancis

Nasional
10 hari lalu

Airlangga Buka Suara soal Risiko Resesi RI, Masih Aman?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal