Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarti, menjadi panelis workshop percepatan transisi energi di emerging and developing economies, di World Economic Forum Annual Meeting 2022, Davos, Swiss, Senin (23/5/2022). (Foto: Istimewa)
Jeanny Aipassa

DAVOS, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen Indonesia untuk melakukan transisi energi yang adil dan terjangkau. 

Hal itu, disampaikan Menko Airlangga dalam workshop percepatan transisi energi di emerging and developing economies, yang menjadi rangkaian pertemuan World Economic Forum Annual Meeting 2022 di Davos, Swiss, Senin (23/5/2022). 

Menko Airlangga hadir sebagai panelis dalam workshop yang menjadi forum bertemunya para stakeholders di tingkat global tersebut. Panelis lain yang hadir dalam workshop tersebut adalah Chairman and Managing Director of ReNew Power, Group Chief Sustainability Officer HSBC, dan Executive Director International Energy Agency dan dimoderatori oleh President and CEO Bezos Earth Fund Andrew Steer.

Workshop tersebut mendiskusikan tentang mekanisme transisi energi dan menekankan kolaborasi berbagai pihak termasuk Pemerintah, swasta, dan masyarakat global. 

Pemateri dan partisipan yang hadir dalam workshop ini adalah delegasi berbagai negara, perusahaan multinasional, multilateral development banks, investor pada bidang energi, dan International Energy Agency.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan komitmen Indonesia terhadap transisi energi yang adil dan terjangkau, pentingnya investasi pada sektor transisi energi, dan pentingnya regulasi transisi energi.

Dalam sesi panel diskusi dibahas 7 topik pilihan, yaitu : 
1. kolaborasi dan model bisnis yang diperlukan untuk segera beralih dari komitmen ke tindakan nyata yang mendukung transisi energi
2. mekanisme pembiayaan yang berpotensi membuka dan meningkatkan investasi masa depan untuk mendukung energi terbarukan dan teknologi
dekarbonisasi
3. memastikan bahwa pendanaan hijau terhubung dengan kebutuhan aktual
di lapangan
4. best practices di negara maju
5. bagaimana negara berkembang dan emerging economies dapat memanfaatkan peluang transisi yang diperlukan dari batu bara ke energi terbarukan
6. langkah-langkah untuk menciptakan Zona Energi Terbarukan
7. tindakan yang perlu diambil untuk memastikan akses energi bersih ke jutaan orang yang kekurangan energi dan mencapai target SDGs.

Diharapkan workshop tersebut mampu memberikan masukan dan wawasan terbaru bagi pemangku kepentingan seperti upaya katalisasi pada proses mekanisme percepatan transisi energi di wilayah negara emerging dan negara berkembang, mempercepat upaya yang sedang dilakukan pada proses transisi energi, melihat peluang dari proses transisi, dampak
yang mungkin terjadi pada masyarakat akibat transisi energi, dan penyelarasan dan kolaborasi antara Pemerintah dan swasta.

Turut hadir dalam workshop tersebut yakni Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, dan Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral Dadan Kusdiana. 


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT