"Keseimbangan primer minus Rp39 triliun. Kalau dibanding tahun lalu itu lebih baik. Untuk pendapatan negara growth itu melompat lebih dari dua kali lipat," ungkap Sri Mulyani.
Selanjutnya, defisit anggaran tercatat 0,25 persen dari target APBN sebesar 2,19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan pembiayaan anggaran sebesar Rp21,8 triliun.
"Sampai Januari, kita melakukan realisasi pembiayaan Rp21,8 triliun netto. Di mana dibandingkan dengan realisasi 2017 pembiayaannya telah mencapai Rp82,7 triliun," tuturnya. (Lidya Julita Sembiring)