Jelang Tahun Baru, Asosiasi Pedagang Pasar: Omzet Turun 30 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi (Foto: iNews.id)

Menurut dia, seharus pemerintah mau berusaha sedikit dengan memproses ulang misalnya menyosoh beras Bulog sehingga layak dikonsumsi. Walaupun memang harganya akan sedikit berubah, dikarenakan dalam menyosoh tersebut ada biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan.

“Tapi kalau beras itu diproses ulang, katakanlah disosoh, beras itu kalau dimasukkan mesin sosoh kan menjadi layak dimakan. Mungkin memang harganya berubah karena ada ongkos buat sosoh, ada ongkos buat truk naik-turun, ada kuli tentu harganya menjadi tidak bisa dijual dengan harga segitu. Nah itu kan pemerintah (mau) menoleransi atau tidak,” tutur dia.

Ketimbang mengeluarkan uang untuk beras yang tidak layak konsumsi, masyarakat lebih memilih untuk membeli beras dengan harga yang lebih mahal. Berbeda jika beras sejahtera yang memang ditujukan untuk dibagi-bagi secara gratis untuk masyarakat tidak mampu.

"Kecuali yang raskin itu kan untuk subsidi yang tidak perlu beli, dikasih ke rakyat. Ini kan dibeli oleh masyarakat dengan uang masyarakat," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Megapolitan
3 bulan lalu

Raperda KTR Ditinjau Ulang, Asosiasi Pedagang Pasar Minta Pasal Larangan Penjualan Dihapus

Nasional
10 bulan lalu

Bahagianya Prabowo Harga Sembako Terkendali saat Puasa dan Lebaran: Ini Pertama Kali

Buletin
11 bulan lalu

Mendag Tinjau Harga Sembako di Pasar Ciracas Jaktim, Pastikan Harga dan Pasokan Stabil

Nasional
11 bulan lalu

Amran bakal Tindak Tegas Pengusaha Nakal yang Jual Bahan Pokok di Atas HET

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal