Jepang-Inggris Masuk Jurang Resesi, Jokowi: Kita Harus Hati-hati

Binti Mufarida
Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya agar berhati-hati dalam mengelola fiskal dan anggaran di tengah resesi yang terjadi pada Jepang hingga Inggris. (foto: Sekretariat Presiden)

Jokowi menyebut, pemerintah sudah memiliki rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan. 

“Kita masing-masing telah memiliki rencana kerja pemerintah atau RKP. Tetapi, yang belum adalah sinkron atau tidak dengan rencana besar yang kita miliki. Ini yang belum. Maka sinkronisasi itu menjadi kunci,” katanya.

Dia mencontohkan seperti pembangunan bendungan yang dilakukan pemerintah pusat, di mana selanjutnya dibangun irigasi primer. Namun, irigasi sekunder dan tersier sampai ke sawah tak dikerjakan, dan air dari bendungan tak sampai ke sawah-sawah. 

“Membangun pelabuhan, pelabuhan dibangun ke Kemenhub, tapi jalan, mestinya ini daerah, jalan ke pelabuhannya meski pendek cuma sekilo lima kilo tidak dijalankan. Ini yang namanya tidak sinkron dan tidak seirama. Semuanya harus inline dengan RPJMN semua inline sampai ke daerah harus segaris,” ujarnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
24 jam lalu

Kementerian PU Dapat Anggaran Rp118,5 Triliun di 2026, Fokus Perkuat Irigasi dan Konektivitas

Nasional
3 hari lalu

Purbaya Ungkap Kebutuhan Anggaran Proyek Gentengisasi Tak Sampai Rp1 Triliun

Nasional
6 hari lalu

Prabowo Bahas Kebocoran Anggaran saat Bertemu Tokoh Oposisi

Nasional
9 hari lalu

Polisi Tetapkan 2 Eks Pegawai Kementan Tersangka Korupsi Perjalanan Dinas Rp5,94 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal