JRC Naikkan Rating Utang, Luhut: Perekonomian Makin Baik

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ia melanjutkan, sebenarnya dana yang dimiliki pemerintah saat ini hanya cukup untuk membiayai kurang dari 30 persen pembangunan di Indonesia. Karena itu pemerintah kini mencari berbagai cara untuk dapat tetap melakukan pembangunan dengan menggunakan dana pemerintah seminimal mungkin.

"Kami sudah membuat pendanaan-pendanaan lain diluar APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara), misalnya Blended Finance, yaitu dengan melibatkan penggunaan pembiayaan pembangunan dari sumber publik atau filantropi untuk mendukung pembangunan.  Saya presentasikan hal ini di Davos pada acara World Economic Forum dan mereka mengacungkan jempol karena indonesia dinilai kreatif dalam mencari sumber pendanaan," ucapnya.

Menurutnya masih ada yang bisa dijadikan sumber potensi ekonomi Indonesia, yaitu luasnya laut dan panjang garis pantai yang dimiliki Indonesia. Panjang garis pantai yang mencapai 99.093 kilometer dan potensi ekonominya yang bisa mencapai 1,2 triliun dolar Amerika Serikat (AS) per tahun belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Banyak yang bisa digarap, mulai dari sektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan dan bioteknologi kelautan, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, perhubungan laut dan industri jasa maritim. Setelah sekian lama diabaikan, kebijakan poros maritim dunia diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan ekonomi maritim Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Hal tersebut bisa menjadi modal yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi maupun industri di dalam negeri agar Indonesia tidak lagi impor garam industri pada tahun 2020. Sebab, saat ini pemerintah telah menyiapkan 30 ribu hektar lahan ladang garam di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Nanti kita pakai teknologi yang lebih baik sehingga produksinya bisa lebih bagus, dengan kadar garam mencapai 98 persen," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
2 tahun lalu

Kemenangan Haris-Fatia di Kasus Lord Luhut: MA Tolak Kasasi, Vonis Bebas Tetap Berlaku

Nasional
2 tahun lalu

Cerita Luhut Terima Gelar Profesor Kehormatan dari Tsinghua University, Kampus Nomor 1 Asia

Aksesoris
2 tahun lalu

Jadi Perbincangan Publik, Luhut Sebut Baterai LFP Belum Bisa Didaur Ulang

Bisnis
2 tahun lalu

Luhut Sebut Tom Lembong Bohong soal Harga Nikel Anjlok: Sedih Melihat Anda, Intelektualitas Saya Ragukan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal