Kaleidoskop 2022: Deretan Kebijakan Pemerintah Menjaga Inflasi dan Perekonomian di Tengah Ancaman Resesi Global

Atikah Umiyani
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri), Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (tengah), dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: dok iNews)

1. Kebijakan Moneter 

Sejalan dengan The Fed, tahun ini Bank Indonesia (BI) juga telah mengerek suku bunga acuan sebesar 175 bps menjadi 5,5 persen. Kenaikan sebesar 200 bps hanya dalam kurun waktu 5 bulan (Agustus-Desember) merupakan langkah paling agresif yang dilakukan BI sejak 2005 atau dalam 17 tahun terakhir.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan kenaikan suku bunga acuan ini ditujukan untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang kini masih tinggi. Selain itu demi memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1 persen lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023.

Kebijakan ini juga ditujukan demi memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya. Sebab, saat ini mata uang dolar AS terus menguat dan ketidakpastian pasar keuangan global masih tinggi di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

"Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur tersebut sebagai langkah lanjutan untuk secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi inti tetap terjaga dalam kisaran 3,0±1 persen," ujar Perry saat mengumumkan hasil rapat dewan gubernur bulanan, Kamis (22/12/2022).

Perry menegaskan, bauran kebijakan moneter yang ditempuh BI saat ini menyasar untuk menciptakan stabilitas serta mengendalikan inflasi yang berasal dari barang impor yang memang tergantung permintaan. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
4 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.966 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

4 hari lalu

Inflasi September 2026 Tembus 3,28%, Harga Cabai hingga Daging Ayam Jadi Biang Kerok

6 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

7 hari lalu

Luhut Yakin Ekonomi RI Tumbuh 8 Persen di Masa Prabowo: Bukan Hal Sulit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal