Kementerian ESDM Pastikan Lahan Bekas Likuifaksi Tak Dibangun Kembali

Isna Rifka Sri Rahayu
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Secara geologis, hampir semua gempa terjadi proses likuifaksi seperti di Lombok, Sigi, Aceh, dan Padang. Namun yang membedakannya adalah besarannya lebih parah di Balaroa, Petobo, Jono Oge, dan Sidera.

"Pada umumnya ada, hanya besarannya baru kali ini terbesar. Kalau kedua terbesar di Padang itu bangunannya turun, turun 1 atau 2 lantai tapi tidak bergeser," kata dia.

Perbedaan tersebut dikarenakan lokasi di mana masing-masing memiliki karakteristik tanah sendiri. Hal ini ditentukan berdasarkan usia hingga komposisi tanah.

Saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) lokasi tersebut sudah menyetujui tidak akan membangun kembali lokasi terdampak likuifaksi. Namun, Pemda masih harus mengurus ahli waris yang mempunyai tanah di lokasi tersebut.

Ia berharap dengan adanya bencana di Sulteng ini membuat pemerintah lebih memerhatikan tata ruang pembangunan di setiap daerah. "Wilayah Palu itu mau dibangun juga boleh asal tentunya ada syarat-syarat tertentu terutama syarat konstruksi bukan kita yang mensyaratkan konstruksi PU yang mengkaji," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
1 hari lalu

Gempa M7,1 Jepang, Pencarian Dihentikan Korban Tewas 36 Orang

2 hari lalu

Pemerintah Pulihkan Kapasitas PLTP Sarulla ke 330 MW, Siapkan Investasi Rp4,8 Triliun

2 hari lalu

Napoli Mencekam usai Gempa Terkuat dalam 40 Tahun Terakhir, Picu Longsor hingga Bangunan Rusak

3 hari lalu

Gempa Terkini Magnitudo 5,1 Guncang Seram Bagian Timur Maluku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal