Kementerian PUPR Butuh Tenaga Kerja Konstruksi Bersertifikat, Ini Perinciannya

Giri Hartomo
Kebutuhan tenaga kerja konstruksi untuk pembangunan infrastruktur sangat besar setiap tahunya. (Foto: Okezone)

Sebagai salah satunya adalah tenaga kerja konstruksi dengan klasifikasi sipil yang membutuhkan 121.734 orang. Sedangkan jumlah yang tersedia hanya 106.400 orang yang artinya masih ada selisih sekitar 15.254 tenaga kerja.

Sementara untuk arsitektur membutuhkan sekitar 1.302 tenaga kerja konstruksi bersertifikat, sedangkan tenaga yang tersedia mencapai 16.014. Kemudian untuk Mekanikal kebutuhannya adalah 1.654 tenaga kerja dengan tenaga yang tersedia mencapai 9.167.

Lalu untuk tata lingkungan kebutuhannya mencapai 10.626 orang namun tenaga kerja yang tersedia hanya 7.111 orang saja. Artinya masih ada gap yang mencapai 3.515. 

Sedangkan elektrikal dan manajemen pelaksana masih belum diketahui jumlah kebutuhan tenaga kerjanya. Namun, tenaga kerja yang tersedia masing-masing 14.283 dan 42.407 orang.

"Sebagai contohnya Sipil ketersediaannya sekitar 106.000 kebutuhannya 12.000 jadi kita masih punya gap 15.000 dan sebetulnya kalau kita lihat disini ada data kebutuhan yang belum bisa kita kumpulkan juga berapa kuantitas yang diperlukan di lapangan," ucapnya. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
1 bulan lalu

BI Catat Penyerapan Tenaga Kerja Melambat di Triwulan II 2026, Ini Datanya

1 bulan lalu

Siap-Siap! Proyek Blok Masela bakal Serap 12.000 Tenaga Kerja

1 bulan lalu

Bahlil Pastikan 30 Persen Tenaga Kerja Proyek Gas Abadi Masela Warga Maluku

1 bulan lalu

Realisasi Investasi RI Semester I 2026 Tembus Rp1.010 Triliun, Serap 1,44 Juta Tenaga Kerja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal