Kilang Minyak Diserang, Arab Saudi Dikabarkan Tunda IPO Aramco

Rahmat Fiansyah
Kilang minyak Saudi Aramco di Haradh yang diserang drone. (Foto: AFP/Planet Labs)

Langkah IPO dilakukan Saudi sebagai bagian dari strategi untuk mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar minyak.

Pemberontak Huthi yang dibekingi Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas minyak Aramco. Kelompok ini tengah berperang dengan koalisi yang dipimpin Saudi.

Iran menepis tuduhan AS dan Saudi bahwa Tehran menjadi dalang di balik aksi serangan tersebut. Presiden AS Donald Trump sempat bereaksi keras dengan mengatakan, Amerika sudah "mengunci dan memenuhi senjata" sebelum akhirnya mendingin dengan mengatakan dirinya berharap konflik bisa dihindari.

Serangan tersebut mematikan produksi dua kilang milik Aramco dengan kapasitas 5,7 juta barel per hari. Jumlah tersebut setara dengan separuh total produksi minyak Saudi dan 5 persen pasokan global.

Tidak ada yang terluka akibat serangan tersebut, namun belum jelas kapan produksi minyak Saudi akan kembali normal.

Serangan ini membuat harga minyak mentah dunia melonjak. Pada sesi penutupan perdagangan Senin (16/9/2019), harga minyak Brent meroket 14,6 persen. Angka ini merupakan kenaikan tertinggi sepanjang masa dalam waktu satu hari.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
4 jam lalu

Asap Hitam Membubung Dekat Bandara Riyadh Saudi, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan

11 jam lalu

Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

15 jam lalu

Komentari Serangan Houthi, Khatib Masjidil Haram: Makkah Kebal dari Rencana Jahat Apa pun

16 jam lalu

Khatib Jumat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Kecam Serangan Houthi ke Makkah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal