Lapindo Bayar Utang Pakai Aset, Kemenkeu: Kalau Enggak Cukup Kami Minta Tunai

Rina Anggraeni
Lumpur Lapindo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus mengejar PT Lapindo Brantas Inc dan PT Minarak Lapindo Jaya yang sampai saat ini hanya menawarkan aset ke pemerintah untuk membayarkan utang-utangnya. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata mengatakan, jika aset yang ditawarkan Lapindo tidak cukup untuk membayar utang, pemerintah tetap menagih pembayaran tunai.

"Kalau enggak cukup asetnya kita minta pembayaran tunai dan mengadopsi pertama untuk kami yaitu kita melihat opsi lainnya yang mereka kita pakai," kata Isa dalam video virtual, Jumat (4/12/2020

Dia menuturkan, pembayaran lewat aset ini masih dilihat apakah cukup membayar utang. Pemerintah pun sudah menerima tawaran Lapindo dalam pembayaran utang menggunakan aset yang dimiliki perusahaan.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Heboh Awardee LPDP Tidak Patuh, Ini Deretan Kewajiban Kontribusi Alumni untuk Negara

Nasional
1 bulan lalu

44 Penerima Beasiswa LPDP Belum Kembali ke RI, 8 Orang Kena Sanksi 

Nasional
1 bulan lalu

Siap-Siap! Presiden Prabowo bakal Umumkan THR ASN 2026

Nasional
2 bulan lalu

Purbaya Pastikan APBN Tak Jebol meski Tanggung Utang Whoosh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal