LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan di 4,25 Persen, Ini Alasannya

Cahya Puteri Abdi Rabbi
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadhewa. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) bagi simpanan dalam Rupiah di bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR), serta simpanan dalam bentuk valuta asing (valas) di bank umum.

Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, TBP simpanan rupiah pada Bank Umum adalah 4,25 persen dan TBP simpanan rupiah di BPR sebesar 6,75 persen. Sementara, TBP simpanan valas pada bank umum sebesar 2,25 persen.

“Penetapan tingkat bunga penjaminan saat ini merupakan penetapan periode reguler ketiga untuk tahun 2024, setelah sebelumnya pada bulan Januari dan Mei 2024 dilakukan penetapan yang sama,” ucap Purbaya dalam konferensi pers di kantor LPS, Jakarta, dikutip, Selasa (1/10/2024).

Purbaya menambahkan, penetapan periode ini salah satunya didasari untuk memberikan ruang lanjutan bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas dan suku bunga. Adapun, TBP yang telah ditetapkan akan berlaku untuk periode 1 Oktober 2024 hingga 31 Januari 2025. 

Dia menuturkan, keputusan mempertahankan tingkat bunga periode ini telah mempertimbangkan kinerja perekonomian, kondisi likuiditas, dan suku bunga perbankan serta time lag dan respons penurunan suku bunga simpanan atas kebijakan suku bunga acuan bank sentral yang masih terbatas, serta coverage simpanan yang masih memadai nominal dan rekening.

“Hal itu memberikan ruang lanjutan untuk perbankan dalam pengelolaan likuiditas dan suku bunga,” kata dia.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi lintas negara sepanjang tahun 2024 cukup menjanjikan, meskipun masih berada dalam laju yang berbeda-beda dan belum sepenuhnya optimal ke level pra-pandemi. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PDIP Kritik Diskusi di UGM Hanya Tampilkan Pejabat Pemerintah: Mahasiswa Harus Jadi Narasumber

57 tahun lalu

Ahmad Alimuddin Sebut Anggaran MBG Hasil Efisiensi yang Dilakukan Negara, Bukan Motong Dana Pendidikan

57 tahun lalu

Ubedilah Badrun Ungkap Momen yang Membuatnya Terpanggil Ikut Demo Mahasiswa

57 tahun lalu

Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Gerindra: Keputusan Berani Berpihak ke Rakyat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal