Makin Perkasa, Rupiah Sesi Pagi Menguat ke Bawah Rp15.100 per Dolar AS

Isna Rifka Sri Rahayu
ilustrasi. (Foto: Ant)

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan penguatan euro yang mampu mengimbangi apresiasi dolar AS seiring dengan sentimen internal di Uni Eropa cukup memberikan sentimen positif bagi terapresiasinya rupiah.

"Masih adanya sejumlah sentimen positif, selain daripada inflasi juga diharapkan dapat membantu penguatan rupiah," ujar Reza.

Rupiah sebelumnya mampu melaju positif. Bahkan kenaikan tersebut di atas perkiraan sebelumnya. Rilis inflasi Oktober yang berada di angka 0,28 persen (month on month) dianggap masih rendah sehingga memberikan sentimen positif pada rupiah.

Selain itu, sentimen dari disepakatinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 dengan defisit fiskal disetujui di bawah 2 persen yang dibarengi dengan penurunan imbal hasil dan adanya peluncuran implementasi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) oleh BI yang diharapkan menahan gejolak rupiah memberikan sentimen positif tambahan pada rupiah.

Dari global, kemajuan yang diperoleh dari perundingan Brexit antara Uni Eropa dan Inggris serta meningkatnya data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Uni Eropa berdampak positif terhadap posisi euro sehingga turut berimbas pada penguatan rupiah.

Editor : Rahmat Fiansyah
Tags:
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.865 per Dolar AS

Nasional
2 hari lalu

Purbaya Optimistis Rupiah Menguat dalam 2 Minggu: Nggak Usah Takut, Fondasi Kita Kuat

Nasional
2 hari lalu

Rupiah Anjlok ke Rp16.860 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya

Nasional
5 hari lalu

Rupiah Sepekan Anjlok ke Rp16.819 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal