Mengenal Fungsi Alsintan Combine Harvester yang Diandalkan Kementan

Ranto Rajagukguk
Kementerian Pertanian (Kementan) siap menghadapi era industri 4.0 dengan mekanisasi pertanian. (Foto: Kementan)

Jerami, setelah perontokan, bisa dicacah kecil-kecil sepanjang 5 cm dan ditebar di atas lahan, atau tidak dicacah, tetapi diikat dan dilemparkan ke satu sisi, untuk kemudian dikumpulkan untuk kemudian dapat dimanfaatkan untuk hal lain.

Combine jenis ini tersedia dalam tipe dorong maupun tipe kemudi. Lebar pemotongan bervariasi dari 60 cm hingga 1,5 meter. Engine yang digunakan bervariasi dari 7 hingga 30 hp. Karena jauh lebih berat daripada binder bagian penggerak majunya dibuat dalam bentuk trak karet (full track rubber belt).

"Kecepatan maju berkisar antara 0,5 hingga 1 m/detik. Dengan memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan dengan manual di bagian pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemanenan berkisar 2 jam per ha," tuturnya.

Dengan begitu, dalam hal ini Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan alat dan mesin pasca panen sebanyak ini yang dikelola melalui Brigade Alsintan dengan sistem pinjam kepada kelompok tani.

"Kami berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produksi tanaman padi dan palawija dalam rangka meningkatkan produksi pangan," katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan

57 tahun lalu

Realisasi Pembiayaan Investasi Pemerintah Tembus Rp22,73 Triliun di Awal 2026, untuk Apa Saja?

57 tahun lalu

Pemerintah bakal Kucurkan Rp300 Triliun untuk KUR Pertanian di 2026

57 tahun lalu

Airlangga Ungkap Tanah Merauke Baik untuk Pertanian, Lebih Unggul dari Australia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal