Saat ini baru 20 dari 120 perusahaan otobus (PO) yang masuk ke dalam sistem e-ticketing ini. Menurutnya angka tersebut sudah cukup bagus, selama ditunjang dengan koneksi internet yang mumpuni.
"Kalau itu lancar otomatis orang akan ke sana semuanya. Sistem ini akan menggulung cepat, tapi kalau internetnya lama orang akan maleslah," ujarnya.
Ia melanjutkan, penggunan e-ticketing ini ke depannya diharapkan akan seperti yang diterapkan di kereta bandara dan kereta api. Oleh karena itu, sebagai upaya dalam meningkatkan koneksi internet, ia berencana untuk menggunakan satelit atau alat tertentu.
Untuk itu, ia akan melakukan kunjungan kembali pada pekan depan dengan harapan beberapa halnya sudah diperbaiki. Sebab, sistem e-ticketing ini ditargetkan akan bisa digunakan dan 120 PO bisa masuk ke dalam sistem ini pada Lebaran mendatang dan
Namun dengan adanya sistem e-ticketing ini, para agen penjual tiket akan tergeser perannya. Untuk itu ke depannya, diinginkan ada suatu koordinasi supaya agen-agen tersebut diberikan peran yang lain.