Menko Airlangga memaparkan enam strategi pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sebesar 5,2 persen. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Cahya Puteri Abdi Rabbi

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan enam strategi pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2022. Adapun pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen sepanjang tahun ini.

“Beberapa strategi disiapkan untuk dapat mencapai target ke depan,” ujar Menko Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Enam strategi yang diterapkan pemerintah yakni, pertama, memberlakukan pelonggaran mobilitas masyarakat, seperti melonggarkan syarat perjalanan. Namun, strategi ini dijalankan dengan tetap mendorong masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan.

Selanjutnya, pemerintah juga mendorong daya beli masyarakat untuk kelompok 40 persen terbawah, dengan penyaluran anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 untuk perlindungan sosial yang mencapai Rp63,7 triliun.

Anggaran tersebut difokuskan untuk program keluarga harapan (PKH), bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng,BLT Desa, Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima, Warung Kecil dan Nelayan (BTPKLWN), dan program kartu pra kerja.

Strategi selanjutnya, pemerintah berupaya untuk menahan kenaikan harga pangan dan energi dengan penambahan subsidi. Di mana, tahun ini anggaran subsidi dan kompensasi untuk energi sebesar Rp502,4 triliun.

Penyelenggaraan program kartu pra kerja juga dilanjutkan. Hingga 1 Agustus 2022, penerima kartu pra kerja batch 1-38 mencapai 13,7 juta orang. Pemerintah juga mendorong digitalisasi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan meningkatkan target penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada 2022 menjadi Rp373,17 triliun, dari sebelumnya Rp285 triliun.

Strategi terakhir yang dilakukan pemerintah yakni, melanjutkan pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan proyek strategis nasional.

“Keberhasilan penerapan strategi ini juga didukung oleh kebijakan Bank Indonesia yang menahan kenaikan suku bunga, serta kebijakan OJK yang memperpanjang restrukturisasi kredit,” ucap Menko Airlangga.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat sebesar 5,44 persen pada kuartal II 2022 dibandingkan pada kuartal II 2021 yang tumbuh sebesar 5,01 persen. Jika dibandingkan dengan kuartal I 2022, ekonomi Indonesia tumbuh 3,73 persen.

Laju pertumbuhan ekonomi tersebut tak lepas dari peran koordinasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. 


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT