Menteri Basuki: Pembangunan Infrastruktur melalui SBSN Lebih Baik, tapi Ada Kelemahan

Taufik Fajar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memandang pembangunan infastuktur melalui SBSN memiliki output lebih baik, namun ada beberapa kelemahan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memandang pembangunan infastuktur melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara memiliki kualitas output lebih baik. Ini karena  monitoring dilakukan secara bersama antara Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Jadi lebih banyak pengawasannya. Kemudian ini akan meningkatkan kehati-hatian baik dari tata kelola dan kualitas pekerjaan. Bukan berarti di luar SBSN menjadi lebih jelek ya. Hal inii lebih baik karena diawasi lebih banyak K/L," ujarnya, dalam acara Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur melalui SBSN Tahun 2021 secara virtual, Rabu (20/1/2021).

Namun, lanjut Basuki, meski punya keunggulan, proyek infrastuktur melalui SBSN punya sisi kelemahan. "Kelemahannya, yakni pembiayaan diprioritaskan hanya untuk belanja modal dan barang yang asetnya dimiliki PUPR. Di mana untuk hibah kepada masyarakat dan pemda sangat dibatasi dan selektif," katanya.

Kemudian, pembiayaan melalui SBSN juga memiliki fleksibilitas rendah. Untuk optimalisasi seperti pemanfaatan sisa lelang atau realokasi atau perubahan lokasi maka hal tersebut harus dikoordinasikan kepada tiga pihak, yaitu Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kementerian Keuangan.

"Maka hal ini membutuhkan waktu cukup panjang. Dengan adanya ini, kami memberikan beberapa rekomendasi. Misalnya, kami usulkan agar pagu sukuk bisa ditetapkan per program bukan per kegiatan dengan jangka waktu tertentu. Karena saat ini pagu masih ditetapkan di level kegiatan sehingga membuat fleksibilitasnya lebih rendah," ujarnya.

Dia juga mengusulkan agar alokasi sukuk dapat digunakan kembali untuk kegiatan lain. Di mana apabila ada sisa lelang, maka bisa dipakai untuk sesama proyek SBSN di tempat lain. Ini mempercepat penyerapan dan penyelesaian proyek," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bank Mandiri Catat Kredit Infrastruktur Tumbuh 30,8 persen per Februari 2026

57 tahun lalu

Kinerja Solid, PTPP Raih Kontrak Baru Rp3,87 Triliun hingga Februari 2026

57 tahun lalu

Investasi SR023T3 & SR023T5 Makin Cuan Lewat BRImo, Dapatkan Kupon hingga 5,95% per Tahun

57 tahun lalu

Otorita IKN Ungkap Pembangunan Infrastruktur Tahap I Hampir Rampung, Ini Progresnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal