JAKARTA, iNews.id – Pemerintah melaporkan hingga awal Desember 2017, capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit yang didominasi oleh rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 619.868 unit (81%) dan 145.252 unit rumah non-MBR (19%).
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengatakan, dalam mencapai target Program Satu Juta Rumah, kemampuan pemerintah untuk membangun fisik rumah MBR hanya sebesar 20 persen melalui pembangunan rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan PSU. “Sementara 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan MBR dengan bantuan subsidi KPR melalui program KPR FLPP, subsidi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang,” kata Khalawi dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/12/2017).
Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan sejak 2015 hingga 4 Desember 2017, telah memberikan bantuan pembangunan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) bagi 74.106 unit di Indonesia. Program bantuan PSU bertujuan mendukung Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015 lalu.
Dia mengatakan adanya bantuan PSU akan meningkatkan kualitas lingkungan perumahan yang dihuni oleh MBR. Bantuan stimulan ini meningkatkan kenyamanan masyarakat untuk tinggal dengan adanya jalan lingkungan, drainase, dan sarana air bersih.
Sementara itu Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK) Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Dadang Rukmana mengatakan, bantuan PSU yang diberikan kepada pengembang perumahan MBR merupakan komitmen Pemerintah mendukung penyediaan rumah MBR yang berkualitas baik. Besar bantuan dianggarkan maksimal sebesar Rp 6,2 juta per unit.