Pemulihan China Lebih Cepat, BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 5,7 Persen

Rina Anggraeni
Gubernur Banak Indonesia, Perry Warjiyo.

Sejalan dengan perbaikan ekonomi global tersebut, volume perdagangan dan harga komoditas dunia terus meningkat, sehingga mendukung perbaikan kinerja ekspor negara berkembang yang lebih tinggi, termasuk Indonesia. 

Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan dan volatilitas yield UST masih berlangsung seiring dengan lebih baiknya perbaikan ekonomi di Amerika Serikat dan persepsi pasar terhadap arah kebijakan The Fed. 

"Perkembangan ini berpengaruh terhadap aliran modal masuk ke sebagian besar negara berkembang yang lebih rendah, dan berdampak pada tekanan mata uang di berbagai negara tersebut, termasuk Indonesia," ujar Perry.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Makro
5 tahun lalu

Kemenkeu Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021 Bisa di Atas 7 Persen

Nasional
7 jam lalu

Cadangan Devisa RI Turun jadi 154,6 Miliar Dolar AS di Januari 2026, Ini Penyebabnya

Nasional
22 jam lalu

Rupiah Sepekan Ambles 0,53 Persen, Ini Penyebabnya

Destinasi
1 hari lalu

Liburan ke Korea Selatan Makin Mudah, QRIS Bisa Dipakai Mulai April 2026!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal