Permintaan Cenderung Datar Selama Pemilu, Industri Ogah Berekspansi

Isna Rifka Sri Rahayu
Permintaan produk di sektor industri sangat datar sehingga tidak bisa melakukan ekspansi usaha. (Foto: Shutterstock)

Dia melanjutkan, hal ini membuat investasi asing beralih ke negara-negara Asia lainnya. Padahal, dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China membuat perusahaan di Tiongkok harus merelokasi pabriknya ke negara lain.

"Terus terang kita paling bontot yang mendapatkan pelimpahan investasi masuk ke Indonesia, lebih banyak ke Vietnam, Thailand, Malaysia," kata dia.

Oleh karenanya, Kadin Indonesia dan pelaku usaha lainnya berupaya terus berkomunikasi dengan pemerintah untuk memberikan masukan-masukan mengenai kebijakan serta insentif apa yang bisa diberikan kepada pelaku industri agar bergairah.

"Kuncinya pembangunan industri kita yang sehat, ditunjang industri pariwisata yang akan diperkirakan ke depan ujung tombak perekonomian kita dan menyumbang nomor satu pendapatan negara kita," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
12 jam lalu

MNC Sekuritas Gelar Emiten Talk: Transforming Mobility Unlocking Growth, bersama VKTR di IG Live

9 hari lalu

Pramono Tawarkan 37 Proyek Jakarta ke Investor Dunia di New York, Nilainya 7 Miliar Dolar AS

13 hari lalu

MNC Sekuritas Hadirkan Fitur Baru Perubahan Data Pribadi dan Shareholder Lookup di MotionTrade Lite

13 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.696 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal