Perum Perindo dan Perinus Diminta Serap Ikan Nelayan Timur Indonesia

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi (Foto: Okezone)

"Ikannya tidak ada lagi, bahan baku kita harus impor lagi seperti zaman dulu. Ini persoalan-persoalan yang sebenarnya kalau kita tidak mau engaging of solving the problem that's not gonna happen," kata dia.

Ia merasa sudah terus mengingatkan sejak dua tahun yang lalu baik kepada Perindo, Perinus, bahkan perusahaan BUMN. Dia menilai, bisnis harus terus bergerak dan bisa mengantisipasi hal-hal yang terjadi ke depannya.

"Ikan datang banyak Perindo dan Perinus tidak siap kapalnya untuk mengangkut. Tol laut ini tidak sampai-sampai ke tempat, ini diatur kita ini semua satu negara," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan keinginnanya untuk memperbaiki ekonomi kelautan dan perikanan dengan kebijakan-kebijakan yang telah ada dan dibuat. Namun, sampai saat ini masih banyak permasalahan yang terjadi akibat bisnis sektor maritim tidak saling terkoneksi.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
6 hari lalu

Kelola Kampung Nelayan Merah Putih, KKP Libatkan Kemenkop hingga BP BUMN

31 hari lalu

Trenggono Ungkap 6 Program Prioritas KKP, Bangun 5.000 Kampung Nelayan hingga Swasembada Garam

1 bulan lalu

Menteri KKP Trenggono Bagi-Bagi 4 Ton Ikan Layang buat Warga Jakarta, Instruksi Prabowo

4 bulan lalu

KKP Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momen Hari Internasional Anti IUU Fishing

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal