Pilpres 2019 Tak Berpengaruh terhadap Kepatuhan Orang Bayar Pajak

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id – Suasana politik yang mulai terasa tahun ini karena adanya pemilihan presiden (Pilpres) di 2019 dinilai tak akan berpengaruh terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Untuk itu, para kandidat yang mengikuti kotestasi Pilpres di tahun depan tak membawa-bawa persoalan pajak, melainkan menitikberatkan dalam penjabaran visi-misi program yang berkualitas.

"Yang menarik preferensi masyarakat membayar pajak tidak terpengaruh oleh preferensi politik. Jadi, mau kampret mau cebong dia akan patuh. Itu kurang lebihnya. Tidak ada persoalan. Jadi diharapkan elite politik tidak membawa-bawa pajak dalam kontestasi, kecuali mau berdebat soal program," kata Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo ditemui di Tjikini Lima Resto, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Namun, pihaknya mengakui pesta demokrasi yang baru berlangsung tahun depan itu berpengaruh terahadap peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari produk badan usaha. Pasalnya, gelaran pesta demokrasi tersebut akan akan mendorong sektor konsumsi. Tapi dari segi penambahan pajak usaha justru sebaliknya karena investor atau pengusaha cenderung bersikap wait and see.

"Ada trade off dari segi konsumsi yang akan meningkat dan menambah PPN. Tapi, dari sisi investasi akan wait and see karena ada risiko dan menurut saya yang penting aman. Artinya, orang bisa berbisnis dengan tenang," ujarnya.

Dengan pengalaman pesta demokrasi yang ada sebelumnya, Yustinus yakin ekonomi Indonesia tetap stabil dan tumbuh sesuai target. Untuk itu, pemerintah harus menjaga kestabilan ekonomi agar terus berkelanjutan.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tak Direspons Purbaya untuk Bertemu Bahas Pajak JHT, Said Iqbal: Kan Sejajar, Saya Setingkat Menteri

57 tahun lalu

Purbaya Bantah Incar Influencer dan Pedagang Online untuk Tarik Pajak Baru: untuk Semua WNI

57 tahun lalu

KSPSI Segera Temui Purbaya, Bahas Pajak JHT BPJS Ketenagakerjaan

57 tahun lalu

Buruh Tuntut Pajak JHT Dihapus, DJP Buka Suara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal