Presiden Venezuela Akui Gagal Kelola Ekonomi Negara

Rahmat Fiansyah
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. (Foto: AFP/Yamil Lage)

Maduro yang menggantikan mendiang Hugo Chavez yang terkena serangan jantung pada 2013 itu telah membuat rencana untuk memulihkan ekonomi Venezula. Negara Amerika Latin tersebut berencana mendongrak produksi minyak menjadi 6 juta barel per hari pada 2025. Produksi minyak Venezuela anjlok dari level tertingginya pada 2008 yang sempat menyentuh 3,2 juta per hari. Saat ini, hanya 1,5 juta barel per hari, terendah dalam 30 tahun terakhir.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan laju inflasi Venezuela hingga akhir tahun ini bisa menembus 1 juta persen. Pertumbuhan ekonomi juga akan terkontraksi 18 persen seperti empat tahun terakhir.

Manduro menyebut, kondisi Venezuela saat ini karena “perang ekonomi” yang dilancarkan oleh AS. Dia menyerukan pendukung partainya untuk terus bekerja dan melawan agresi Amerika.

Washington menerapkan sanksi finansial kepada Maduro dan pejabat tinggi negara Venezuela, termasuk perusahaan minyak negara, PDVSA. Padahal, 96 persen penerimaan negara tergantung pada penjualan minyak.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Internasional
17 jam lalu

PM Malaysia: Perang Timur Tengah Bisa Picu Krisis Dahsyat, Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Internasional
11 bulan lalu

Presiden Iran Pecat Wapres gegara Asyik Liburan Mewah saat Rakyat Kesulitan Ekonomi

Makro
1 tahun lalu

Metode Gas dan Rem, Strategi Jokowi Selamatkan Ekonomi RI dari Krisis saat Pandemi

Makro
1 tahun lalu

Angka Kemiskinan Argentina Tembus 53 Persen Imbas Kebijakan Penghematan Presiden Javier Milei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal