"Mudah-mudahan minggu depan. Saya lagi mengurus surat-surat ke mensetneg, nanti setelah suratnya keluar baru saya berangkatkan," katanya.
Dia menambahkan, selain studi banding, pihaknya juga menganalisis sistem dan regulasi transportasi online di negara-negara berkembang dan maju lainnya. Dengan begitu, pihaknya bisa menyiapkan regulasi yang merepresentasi kondisi transportasi online Tanah Air.
“Kalau studi banding on the spot kita langsung dengan Thailand, tetapi untuk beberapa yang melakukan me-manage, kemudian me-maintenance, kemudian pelaksanaan taksi online yang sedemikian bagus, seperti di Inggris tadi bagus juga," tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah juga hendak menelaah konsep perusahaan penyedia layanan jasa transportasi online di Thailand. Hal ini menyusul rencana Kemenhub yang ingin mendorong aplikator beralih ke perusahaan transportasi.
"Ini juga termasuk seperti apa saya lihat. Karena kemarin kita sudah rapat dengan pak menteri mengundang dua aplikator itu, dan kemudian sudah menyampaikan kurang lebihnya dan juga mengajak mereka untuk ke perusahaan transportasi," katanya.