JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memutuskan untuk mengubah tarif ekpor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi 0 dolar Amerika Serikat (AS) per ton. Keputusan ini diambil lantaran harga CPO yang sedang anjlok di pasar internasional.
Dengan dikeluarkannya keputusan tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menjamin, pendanaan program-program yang berhubungan dengan kelapa sawit seperti perluasan biodiesel 20 persen (B20) akan tetap aman.
“Program B-20, Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), dan sebagainya tetap akan berjalan normal. Dana BPDP-KS (Badan Pengelola Daba Perkebuban Kelapa Sawit) lebih dari cukup,” kata Darmin dalam konferensi pers hasil rapat Komite pengarah BPDP-KS tentang Penetapan Pungutan BPDP-KS dan implementasi biodiesel di gedung Ali Wardhana Kemenko Perekonomian, Senin (26/11/2018).
Sebelumnya pungutan ekspor CPO oleh BPDP KS dilakukan pemerintah untuk mendorong hilirisasi produk sawit. Dana pungutan selama ini digunakan, antara lain untuk subsidi selisih harga biodiesel dan program peremajaan kelapa sawit.
Hari ini pemerintah sepakat untuk melakukan penyesuaian pungutan ekspor oleh BPDP-KS terhadap CPO dan produk turunannya. Pasalnya, harga CPO belakangan ini terus menurun hingga menyentuh angka 410 dolar AS per ton.