Realisasi Mega Proyek Listrik 35.000 Megawatt Capai 20 Persen

Koran SINDO
ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - PT Perusahaan Listrik Negara (persero) atau PLN menargetkan proyek 35.000 megawatt (MW) akan selesai pada 2024 mendatang. Hal itu disesuaikan dengan kebutuhan permintaan dan ketersediaan pasokan listrik.

”Saat ini realisasi proyek 35.000 MW mencapai 20 persen. Pasokan listrik baru akan meningkat pada 2020 mendatang,” ujar Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, peningkatan pasokan listrik itu menyesuaikan dengan permintaan. Untuk mendukung peningkatan pasokan rencananya akan ada proyek 10.000 megawatt (MW) yang beroperasi pada 2020.

”Secara signifikan akan banyak masuk tahun 2020. Perkiraannya lebih dari 10.000 MW sehingga proyek 35.000 MW akan selesai 2023 sampai 2024 mendatang,” kata dia.

Untuk tahun ini, katanya, PLN menargetkan tambahan kapasitas proyek 35.000 MW sebesar 3.800 MW. Proyek tersebut direncanakan akan selesai pada kuartal III/2019.

”Paling besar itu masuknya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 1.000 MW,” katanya.

Dia merinci proyek-proyek yang akan selesai pada triwulan III tahun ini di antaranya PLTU Jawa 7 berkapasitas 1.000 MW, PLTU Cilacap Ekspansi berkapasitas 1.000 MW, dan PLTU Lontar berkapasitas 350 MW. Selain itu, tahun ini akan beroperasi pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan berkapasitas 560 MW.

”Kami harapkan PLTU dengan kapasitas besar bisa segera beroperasi, baik itu PLTU Jawa 7, PLTU Cilacap Ekspansi, PLTU Lontar, dan EBT,” ucapnya.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman Hutajulu menambahkan, proyek 35.000 MW yang sudah beroperasi komersial (comercial operation date/COD) mencapai 3.009 MW atau sebesar 8 persen. Adapun sebesar 20.416 MW atau 58 persen masih tahap konstruksi.

Sedangkan 9.507 MW atau 27 persen masih tahap penandatanganan kontrak (power purchase agreement /PPA). Sementara sebesar 1.383 MW atau 4 persen masih tahap pengadaan dan sebesar 954 MW atau 3 persen masih dalam tahap perencanaan.

”Bila dilihat secara keseluruhan, proyek yang telah PPA sekitar 93,37 persen, hanya tersisa 6,63 persen yang belum PPA,” kata dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Listrik di Jakarta Mati Serentak Kemarin, Kementerian ESDM Turun Tangan Investigasi

Megapolitan
5 hari lalu

PLN Ungkap Penyebab Listrik Mati Serentak di Jakarta Hari Ini

Bisnis
6 hari lalu

Pemprov DKI Jakarta Apresiasi PLN, Infrastruktur EV di Ibu Kota Makin Lengkap

Nasional
11 hari lalu

Cara Dapat Diskon Tambah Daya Listrik 50% dari PLN, Cukup Online!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal