Rupiah Ditutup Loyo ke Rp18.109 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Anggie Ariesta
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah menjadi Rp18.109 pada Senin (13/7/2026) sore. (Foto: iNews.id)

Risalah dari pertemuan Fed bulan Juni yang dirilis pekan lalu telah menunjukkan beberapa pembuat kebijakan percaya ada alasan untuk menaikkan suku bunga, sementara para pejabat secara umum menyatakan kekhawatiran yang lebih besar atas tekanan inflasi bahkan ketika kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja mereda. Pertemuan Federal Reserve berikutnya dijadwalkan pada 28-29 Juli.

Dari sentimen domestik, Ibrahim menilai pasar merespon negatif terhadap dugaan mega korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah serta konflik antara aparat penegak hukum berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap perekonomian nasional.

“Kasus hukum yang terjadi saat ini bisa berdampak terhadap ekonomi. Pasalnya, hukum sebagai faktor lingkungan bisnis jelas sangat mempengaruhi kinerja ekonomi melalui perilaku ekonomi, efisiensi ekonomi, investasi maupun inovasi,” kata Ibrahim.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.100-Rp18.150 per dolar AS.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
3 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Kuat

6 hari lalu

BI Ungkap Pemicu Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Siap Jaga Stabilitas

7 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah, Dekati Level Rp18.000 per Dolar AS

13 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.907 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal